Posisi saat ini: Rumah / Pesan / Generasi Emas Timnas Indonesia U-22 Disebut Siap Pertahankan Medali Emas SEA Games 2025

Generasi Emas Timnas Indonesia U-22 Disebut Siap Pertahankan Medali Emas SEA Games 2025

Penulis:Wartawan Olahraga Tanggal:2025-11-29 20:30:03
Dilihat:5 Pujian
Skuad Timnas Indonesia U-22 saat berhadapan dengan Mali U-22 yang dilangsungkan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jakarta - Timnas Indonesia U-22 membawa optimisme besar menuju SEA Games 2025 di Thailand. Skuad yang saat ini dibentuk Indra Sjafri dinilai sebagai salah satu generasi paling menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir. Kualitas pemain yang merata di setiap lini membuat harapan mempertahankan medali emas terbuka lebar.

Keberhasilan Indonesia meraih emas di SEA Games 2023 menjadi tolok ukur penting. Dua tahun berselang, kekuatan tim muda Garuda kembali mendapat sorotan positif, terutama karena komposisi pemain kali ini dianggap tidak kalah matang dari generasi sebelumnya. Persaingan internal pun sangat ketat, mengingat sebagian besar pemain tampil reguler di klub masing-masing.

Di tengah tekanan untuk mengulang prestasi, Timnas Indonesia U-22 justru mendapat limpahan talenta dari BRI Super League hingga kompetisi luar negeri. Kehadiran para pemain abroad juga menjadi nilai tambah, terlebih karena SEA Games bukan agenda resmi FIFA sehingga klub tidak wajib melepas pemain.

Dengan modal pengalaman, materi pemain yang kuat, serta proses pematangan taktik di bawah Indra Sjafri, skuad Garuda Muda dinilai berada di jalur tepat untuk kembali bersaing memperebutkan medali tertinggi di Asia Tenggara.

 


Komposisi Skuad Lebih Solid

Pemain Timnas Indonesia U-22, Ivar Jenner, mengikuti sesi latihan jelang menghadapi Timnas Mali di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (14/11/2025). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Indra Sjafri memanggil 23 pemain terbaik untuk memperkuat Timnas Indonesia U-22. Di sektor penjaga gawang, tiga nama dari BRI Super League 2025/2026 ikut dibawa, yaitu Cahya Supriadi dari PSIM, Daffa Fasya dari Borneo FC, dan M. Ardiansyah milik PSM Makassar. Ketiganya dikenal memiliki refleks cepat dan pengalaman yang cukup di level profesional.

Pada sektor penyerang, dua pemain naturalisasi yang tampil di liga domestik turut memperkuat tim. Mereka adalah Rafael Struick dari Dewa United dan Jens Raven dari Bali United. Keduanya memiliki karakter berbeda, sehingga memberi variasi bagi skema serangan Indonesia.

 


Empat Pemain Abroad Jadi Pembeda

Timnas Indonesia U-22 melakukan latihan perdana untuk persiapan SEA Games 2025 yang berlangsung di Stadion Madya, Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025). Dion Markx, Ivar Jenner, hingga Mauro Zjilstra. Ada pula wajah baru yang ikut dalam latihan tersebut yaitu, Luke Keet yang bermain di Liga Yunani dan dua pemain Liga Filipina, Reycredo Bukit dan Muhammad Mishbah. (Bola.com/Bagasakara Lazuardi)

Kekuatan Indonesia bertambah dengan bergabungnya empat pemain yang merumput di Eropa. Mereka adalah Ivar Jenner dari Jong Utrecht, Dion Markx dari TOP Oss, Marselino Ferdinan dari AS Trencin, dan Mauro Zijlstra dari FC Volendam. Kehadiran mereka sangat penting karena membawa pengalaman bermain di level kompetisi yang lebih tinggi.

"Ivan Jenner dkk. adalah bagian dari generasi emas sepak bola Nasional. Jadi saya pikir kita harus optimis bisa meraih medali emas. Tekad itu juga harus dimiliki seluruh elemen tim. Terutama para pemain yang bertarung di lapangan," kata Jaya Hartono.

 


Perbandingan dengan Generasi SEA Games 2023

Menurut Jaya Hartono, skuad tahun ini memiliki kualitas yang sangat berdekatan dengan generasi yang meraih emas di Kamboja dua tahun lalu. Kedalaman tim disebut tidak jauh berbeda, sehingga siapapun yang dimainkan diyakini tetap mampu menjaga kualitas permainan di lapangan.

"Kualitas Timnas Indonesia U-22 saat ini selisihnya tak banyak berbeda dari sebelumnya. Kedalaman skuat sekarang juga tak terlalu mencolok. Jadi siapapun yang dimainkan, saya kira permainan Timnas Indonesia U-22 tetap solid," ujarnya.

Satu perbedaan mencolok adalah faktor kebersamaan. Generasi 2023 seperti Rizki Ridho cs sudah terbangun sejak persiapan Piala Dunia U-20 yang akhirnya batal digelar di Indonesia. Sementara skuad saat ini baru mulai menyatu sejak tampil di Piala AFF U-23 dan Kualifikasi Piala Asia U-23.

 


Adaptasi Gaya Bermain

Skuad Garuda Muda sempat ditangani Gerald Vanenburg pada dua turnamen tersebut, lalu kini berada kembali di bawah kendali Indra Sjafri yang memiliki gaya permainan berbeda. Situasi ini menuntut proses adaptasi agar pemain memahami peran dan struktur permainan yang diinginkan.

"Tim ini pernah ditangani Gerald Vanenburg dengan cara bermain berbeda. Sekarang tim ini dilatih Indra Sjafri. Jadi dia harus mematangkan kerjasama tim dengan gayanya sendiri," tutur Jaya Hartono yang juga pernah menukangi Persib Bandung.

Komentar

Kirim komentar
Galat kode pemeriksaan, silakan masukkan kembali
avatar

{{ nickname }}

{{ comment.created_at }}

{{ comment.content }}

IP: {{ comment.ip_addr }}
{{ comment.likes }}